You are here
Sinergi Akademik dan Pelestarian Tradisi: Lima Perguruan Tinggi Nasional Unjuk Kreativitas di Panggung FBSB UNY
Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-62 dengan tema “Optimalisasi Prestasi Mewujudkan UNY Berdampak”, Universitas Negeri Yogyakarta melalui Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) menggelar Festival Ketoprak Mahasiswa Nasional. Pergelaran budaya ini berlangsung khidmat dan meriah pada Minggu (17/5) di Performance Hall FBSB UNY.
Acara ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kreativitas estetik, melainkan manifestasi nyata dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan edukasi karakter berbasis budaya, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dalam upaya penyelamatan dan pelestarian warisan budaya lokal (cultural heritage).
Festival berskala nasional ini dibuka secara simbolis oleh Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Pd., dengan memukul keprak. Dalam sambutannya, beliau menegaskan adanya reorientasi format kegiatan pada tahun ini.
"Nuansa kegiatan kali ini sengaja kita tingkatkan dari sekadar eksibisi seni menjadi sebuah festival kompetitif. Langkah ini selaras dengan jargon Dies Natalis ke-62, di mana penajaman prestasi mahasiswa harus dioptimalkan agar mampu memberikan dampak sosiokultural yang nyata bagi masyarakat luas," ungkap Prof. Sumaryanto.
Sebagai entitas akademik, UNY memandang seni tradisi ketoprak bukan sekadar tontonan, melainkan media instruksional yang efektif untuk menyemaikan nilai-nilai moral dan karakter bangsa (SDG 4). Melalui keterlibatan aktif mahasiswa dari berbagai koridor akademis di Indonesia, festival ini menjadi wadah peer-learning untuk mendalami sejarah, etika, dan filsafat hidup Nusantara.
Di samping itu, penyelenggaraan festival antarpenguruan tinggi ini menjadi strategi preventif dalam menjaga eksistensi budaya lokal di era globalisasi. Upaya ini sejalan dengan target SDG 11, khususnya dalam menggalakkan perlindungan terhadap warisan budaya dunia (safeguarding the world’s cultural heritage), agar generasi muda tetap memiliki keterikatan logis dan emosional terhadap identitas kulturalnya.
Delegasi tuan rumah yang diwakili oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KAMASETRA UNY tampil memukau dengan menyajikan lakon bertajuk “Kembang Alang-Alang”. Pertunjukan ini membedah dinamika geopolitik masa awal Kerajaan Mataram Islam, yang melibatkan pergulatan ideologi antara Panembahan Senopati, Ki Ageng Mangir Wanabaya, dan Gusti Putri Pembayun.
- Intrik Politik dan Diplomasi: Mengisahkan ambisi Panembahan Senopati menyatukan Tanah Jawa yang terganjal oleh resistensi Bumi Perdikan Mangir di bawah kepemimpinan Ki Ageng Mangir yang berdaulat.
- Strategi Soft Power: Atas restu dan strategi jenius Ki Juru Mertani, Mataram menghindari pertumpahan darah (konflik militer) dan memilih pendekatan kultural halus menggunakan sandiwara asmara Gusti Putri Pembayun yang menyamar menjadi penari tayub (Rante Mas).
- Refleksi Karakter: Pertunjukan berhasil mengeksplorasi konflik batin, loyalitas terhadap negara, dan pengorbanan personal melalui penghayatan tokoh yang mendalam, tata busana historis yang akurat, serta penggunaan ragam bahasa Jawa laras Mataraman yang kental.
Guna menjaga akuntabilitas dan standar kualitas kompetisi, UNY menghadirkan dewan juri mutakhir yang terdiri dari kombinasi akademisi senior dan praktisi seni profesional, antara lain:
- Prof. Soeminto A. Sayuti (Guru Besar FBSB UNY)
- Drs. Stevanus Prigel Siswanto, M.Hum. (Dalijo Angkring)
- Alfianto Heriawan (Praktisi Seni)
- Ki Murjono (Pemain Kendang Pangkur Jenggleng TVRI)
- Sri Slamet Sumarwoto (Marwoto Kawer/Seniman Nasional)
Berdasarkan hasil evaluasi komprehensif terhadap aspek penyutradaraan, keaktoran, keselarasan musik pengiring, dan artistik, dewan juri menetapkan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sebagai pencetak poin tertinggi dalam festival kali ini.
Berikut adalah tabel rekapitulasi hasil perolehan nilai Festival Ketoprak Mahasiswa Nasional 2026:
Peringkat |
Perguruan Tinggi |
Total Nilai |
Penghargaan |
Juara 1 |
Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta |
2670 |
Piala Utama & Penghargaan |
Juara 2 |
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) |
2530 |
Penghargaan Perak |
Juara 3 |
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) |
2360 |
Penghargaan Perunggu |
Harapan 1 |
Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta |
2240 |
Atas Prestasi Estetik |
Harapan 2 |
Universitas Negeri Semarang (Unnes) |
2100 |
Atas Partisipasi Aktif |
Melalui suksesi Festival Ketoprak Mahasiswa ini, Universitas Negeri Yogyakarta menegaskan kembali khitah perguruan tinggi tidak hanya sebagai menara gading ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai benteng pertahanan kebudayaan. Diharapkan, luaran dari kegiatan ini mampu menginspirasi sivitas akademika nasional untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai lokalitas dalam bingkai pembangunan global yang berkelanjutan.
Sistem Informasi
Kontak Kami
Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Jum'at : 08.00 - 14.30 WIB
Copyright © 2026,