You are here
Mahasiswa UNY Raih Anugerah Khusus Kesenian Berdampak Pilmapres Nasional 2026
SLEMAN. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Musik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nosi Anggana, meraih Anugerah Khusus Kesenian Berdampak dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Nasional 2026. Pilmapres Nasional 2026 berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten, pada 4–8 Agustus 2026. Nosi mewakili UNY setelah melalui proses seleksi dan pembinaan secara berjenjang.
Anugerah Khusus Kesenian Berdampak diberikan atas komitmen menghadirkan karya seni yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam kompetisi tersebut, Nosi mengusung karya Robotic Gamelan Plant Care System. Karya itu memadukan musik, teknologi, kearifan lokal Jawa, dan kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
Nosi mengatakan gagasan tersebut lahir dari keinginannya memberikan kontribusi terhadap tantangan krisis iklim, terutama pada sektor pertanian Indonesia, melalui bidang yang selama ini ditekuninya. “Saya ingin turut berkontribusi dan memberikan dampak dalam menyelesaikan tantangan krisis iklim di sektor pertanian Indonesia melalui bidang yang saya tekuni, yakni musik dan kearifan lokal Jawa,” katanya.
Capaian tersebut menjadi hasil perjalanan Nosi dalam Pilmapres selama tiga tahun. Pada 2024, mahasiswa kelahiran Wonosobo, 13 April 2005 itu menjadi perwakilan program studi, tetapi belum berhasil menembus final tingkat fakultas. Setahun kemudian, Nosi kembali mengikuti seleksi sebagai delegasi fakultas dan menempati peringkat keempat tingkat universitas. Konsistensi tersebut kemudian membawanya menjadi wakil UNY pada Pilmapres Nasional 2026.
PIC Pilmapres UNY, Eko Prianto, mengatakan keberhasilan Nosi tidak semata-mata dilihat dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari proses panjang selama mengikuti pembinaan. “Prestasi Nosi di ajang Pilmapres tingkat nasional merupakan kebanggaan yang tidak hanya terletak pada capaian akhirnya, tetapi terutama pada proses dan perjuangan yang telah dilaluinya,” katanya.Menurut Eko, selama pembinaan Nosi menunjukkan ketekunan, keberanian untuk terus belajar, serta keterbukaan dalam menerima masukan. Proses tersebut mencakup penyempurnaan gagasan, penguatan capaian unggulan, hingga peningkatan kemampuan berbahasa Inggris. Eko menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa potensi mahasiswa dapat berkembang menjadi gagasan yang kompetitif sekaligus mempunyai manfaat nyata bagi masyarakat. “Pilmapres bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk melangkah lebih jauh. Kami berharap pengalaman ini semakin menguatkan karakter, kepercayaan diri, dan semangat mahasiswa untuk terus berkarya,” ujarnya. Menurutnya, perjalanan Nosi juga diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain yang akan mengikuti Pilmapres pada tahun berikutnya agar berani menjalani proses pembinaan secara serius dan konsisten.
Nosi mengaku bersyukur atas hasil yang diperolehnya setelah melewati proses panjang tersebut. “Saya sangat bersyukur. Semoga proses yang selama ini saya ikhtiarkan dapat berdampak bagi lingkungan sekitar,” ujarnya. Ke depan, Nosi berkomitmen terus menghasilkan karya yang memberikan kontribusi nyata melalui bidang seni musik dan kearifan lokal. “Saya ingin tetap konsisten dalam berkarya, memberikan kontribusi nyata dan kebermanfaatan sesuai dengan tagline Pilmapres, berprestasi, berkarakter, dan berdampak,” katanya.
Penulis: Dr. Tsania Nur Diyana, S.Pd., M.Pd.
Sistem Informasi
Kontak Kami
Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Jum'at : 08.00 - 14.30 WIB
Copyright © 2026,