Mahasiswa UNY Kembangkan AgriVision: Sistem Cerdas Berbasis AI untuk Deteksi Penyakit Padi

UNY, Daerah Istimewa Yogyakarta – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di bawah bimbingan Ir. Susilo Romadhon, S.Kom., M.Kom., menciptakan sebuah inovasi teknologi pertanian cerdas bernama AgriVision. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi serta mengklasifikasikan penyakit hawar daun bakteri dan blas pada tanaman padi secara cepat, guna menekan risiko gagal panen yang kerap membayangi para petani.

Inovasi AgriVision mengintegrasikan teknologi Convolutional Neural Network (CNN) untuk analisis citra penyakit dan Edge AI (Edge Computing). Penggunaan Edge AI memungkinkan pemrosesan data dan kecerdasan buatan berjalan langsung di perangkat yang dipasang di area lahan, sehingga sistem tetap dapat bekerja secara optimal dan real-time meskipun di wilayah dengan koneksi internet yang terbatas.

Sistem cerdas AgriVision beroperasi melalui beberapa tahapan teknologi terintegrasi. Tahap pertama dimulai dengan pemindaian atau pengambilan citra (foto) daun padi melalui modul kamera yang terpasang pada perangkat lapangan. Citra yang ditangkap kemudian diproses langsung di tempat (on-device) oleh model CNN yang telah dilatih menggunakan ribuan data citra daun padi sehat maupun yang terinfeksi hawar daun dan blas.

Setelah citra dianalisis oleh kecerdasan buatan, sistem akan masuk ke tahap klasifikasi untuk menentukan jenis penyakit. Hasil deteksi tersebut kemudian dikirimkan secara efisien melalui jaringan nirkabel ke dasbor pemantauan petani. Melalui dasbor ini, petani tidak hanya mendapatkan informasi mengenai kondisi kesehatan tanaman secara real-time, tetapi juga rekomendasi tindakan penanganan yang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas.

Saat ini, perkembangan proyek AgriVision telah memasuki tahap perakitan prototipe perangkat keras dan pengujian akurasi model AI. Tim PKM-KC ini berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem agar alat ini memiliki daya tahan yang kuat terhadap cuaca di area persawahan sebelum dilakukan uji coba lapangan secara komprehensif.

Melalui pengembangan AgriVision, Tim PKM-KC UNY berharap teknologi ini dapat menjadi solusi digital yang konkret bagi sektor pertanian di Indonesia. Penguatan teknologi berbasis kecerdasan buatan di tingkat lahan diharapkan dapat membantu petani melakukan deteksi dini secara mandiri, menghemat biaya operasional penanganan hama, dan pada akhirnya mampu meningkatkan resiliensi serta produktivitas pangan nasional.