WSBK #17 UNY Bekali Mahasiswa dan Alumni Strategi Menembus Karier di BUMN

 

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) kembali memperkuat kesiapan mahasiswa dan alumni menghadapi dunia kerja melalui Workshop Seri Bimbingan Karier (WSBK) #17. Mengusung tema “Peluang dan Strategi Menembus Karir di Perusahaan BUMN, kegiatan berlangsung pada Selasa, 15 September 2026, di Ruang Teater Gedung PMD Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY. Agenda tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan alumni untuk memahami peluang, kompetensi, serta strategi memasuki lingkungan kerja BUMN yang semakin kompetitif.

WSBK #17 mendapat antusiasme tinggi dengan melibatkan 1.362 mahasiswa dan alumni dari seluruh fakultas serta Sekolah Pascasarjana UNY. Sebanyak 456 peserta mengikuti kegiatan secara luring, sedangkan 906 peserta bergabung secara daring. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan peluang karier di BUMN, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman tentang kompetensi profesional, keterampilan nonteknis, hingga strategi menghadapi proses rekrutmen dan persaingan kerja.

Penyelenggaraan workshop dilatarbelakangi oleh dinamika kebutuhan sumber daya manusia di dunia kerja yang terus berkembang seiring transformasi digital dan perubahan lingkungan bisnis. Perusahaan kini tidak hanya mempertimbangkan prestasi akademik, tetapi juga membutuhkan individu yang memiliki kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, kepemimpinan, adaptabilitas, integritas, serta kesiapan menghadapi perubahan. Karena itu, persiapan karier perlu dilakukan secara sistematis sejak mahasiswa masih berada di bangku perkuliahan.

Mewakili DKA UNY, Sekretaris DKA Prof. Dr. Iis Prasetyo, M.M dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa membangun kesiapan menghadapi dunia profesional sedini mungkin. Menurutnya, perubahan kebutuhan organisasi menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kombinasi kemampuan akademik, keterampilan interpersonal, dan karakter profesional.

“Dunia kerja saat ini juga sangat membutuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, kepemimpinan, adaptabilitas, integritas, dan sikap profesional,” ujar Prof. Iis.

Dipandu Dr. Agatha Saputri, M.Pd., dosen FEB UNY, workshop menghadirkan dua praktisi yang memiliki pengalaman profesional di lingkungan BUMN, yakni Krisna Ariyanto, S.E., Direktur Utama PT Reska Multi Usaha/KAI Services sekaligus alumni FEB UNY, serta Dwi Pristianto Purbo Nugroho, S.E., M.M., Head Collection Micro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. KC Salatiga.

Krisna membawakan materi “Membangun Pola Pikir Kepemimpinan dan Budaya Kerja AKHLAK untuk Menciptakan Talenta Unggul di BUMN”. Dalam pemaparannya, ia mengajak peserta memahami bahwa titik awal seseorang dalam membangun karier bukanlah penentu hasil akhirnya. Berdasarkan perjalanan profesionalnya, kemauan untuk terus belajar, bekerja, dan membuktikan kemampuan menjadi modal penting ketika seseorang memasuki dunia kerja.

Ia menegaskan bahwa reputasi almamater dapat menjadi pembuka percakapan, tetapi kepercayaan di lingkungan profesional dibangun melalui hasil kerja. Seseorang akan memperoleh kesempatan lebih besar ketika mampu menunjukkan kualitas, tanggung jawab, dan konsistensi dalam pekerjaannya.

Dalam membangun profesionalisme tersebut, Krisna menekankan pentingnya menghidupi nilai utama BUMN, yaitu AKHLAK: Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak cukup sekadar dihafalkan untuk menghadapi proses seleksi, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku dan pekerjaan sehari-hari.

Penerapan AKHLAK dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menyelesaikan pekerjaan secara serius dan tuntas, memperlakukan setiap orang dengan hormat, terus belajar, serta menjaga sikap profesional. Krisna mengingatkan bahwa kompetensi memang dapat membuka peluang, tetapi karakterlah yang mempertahankan kepercayaan orang lain.

Menurutnya, kepemimpinan juga tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan. Kepemimpinan merupakan pola pikir yang ditunjukkan melalui kemampuan memberdayakan tim, keberanian mengambil tanggung jawab, kemauan mendengarkan orang lain, serta komitmen untuk membantu orang lain berkembang.

Kepada peserta, Krisna membagikan tiga prinsip dalam career playbook, yakni outwork, bekerja dengan standar lebih tinggi; outlearn, terus belajar dan beradaptasi lebih cepat; serta outlast, menjaga konsistensi dan tidak mudah menyerah. Ia menekankan bahwa perjalanan karier bukan hasil dari satu lompatan besar, melainkan akumulasi langkah-langkah kecil yang dijalankan secara sungguh-sungguh.

“Karier merupakan akumulasi dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara serius. Teruslah bekerja keras, belajar, menjaga sikap, memperlakukan semua orang dengan baik, dan jangan melupakan kekuatan doa,” pesan Krisna.

Sesi berikutnya diisi oleh Dwi Pristianto Purbo Nugroho, S.E., M.M. yang mengulas strategi menghadapi proses rekrutmen melalui materi “Strategi Taktis Meloloskan Seleksi Berkas, Bedah CV, dan Kesiapan Operasional Berkarir di BUMN Perbankan”. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam proses seleksi kerja sangat dipengaruhi oleh persiapan yang dilakukan calon pelamar, terutama ketika menghadapi wawancara dan tes kesehatan.

Dwi menjelaskan bahwa pelamar perlu mengenali perusahaan yang dituju secara mendalam, mulai dari visi dan misi, nilai perusahaan, produk atau layanan utama, hingga budaya kerja. Pemahaman tersebut membantu pelamar menyesuaikan jawaban dengan arah, karakter, dan strategi bisnis perusahaan. Riset juga dapat diperluas melalui situs resmi, laporan tahunan, struktur organisasi, strategi jangka panjang, hingga publikasi perusahaan sehingga kandidat mampu memberikan jawaban yang lebih relevan dan strategis ketika diwawancarai.

Selain mengenali perusahaan, peserta diajak melakukan evaluasi terhadap diri sendiri dengan memahami kekuatan dan kelemahan, menentukan pengalaman yang relevan, serta merumuskan motivasi dan nilai diri yang ingin ditampilkan. Untuk menjawab pertanyaan berbasis perilaku, Dwi memperkenalkan metode STAR Situation, Task, Action, dan Result dengan menyiapkan contoh pengalaman mengenai pencapaian, tantangan, maupun kegagalan.

Persiapan juga perlu mencakup aspek teknis dan logistik agar proses wawancara dapat berlangsung profesional dan lancar. Calon pelamar disarankan menyiapkan berbagai kebutuhan sebelum hari pelaksanaan, melakukan pengecekan teknis, serta mengatur waktu dengan baik untuk membangun kesan pertama yang positif.

Dwi turut mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi Medical Check-Up (MCU). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi fisik calon pekerja sesuai dengan tuntutan pekerjaan, menilai kesiapan kesehatan secara menyeluruh, serta mendeteksi kondisi medis yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Melalui WSBK #17, UNY berupaya menjembatani mahasiswa dan alumni dengan pengalaman nyata para praktisi sehingga peserta tidak hanya mengetahui peluang karier di BUMN, tetapi juga memahami bagaimana mempersiapkan kompetensi, karakter, strategi rekrutmen, dan pola pikir profesional yang dibutuhkan dunia kerja. Workshop ini diharapkan mendorong mahasiswa dan alumni menyusun perencanaan karier secara lebih terarah, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat daya saing untuk berkiprah di berbagai perusahaan BUMN di Indonesia.