You are here
Tak Lagi Dicetak Tangan, Mie Lethek Cap Garuda Kini Diproduksi Mesin IoT Rakitan Mahasiswa UNY
Di Dusun Bendo, Kelurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, adonan mie lethek masih digiling dengan tenaga sapi seperti yang dilakukan sejak 1940. Cara itulah yang membuat produk UMKM Mie Lethek Cap Garuda ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kemendikbud pada 2021. Namun sejak Agustus 2026, tiga tahap paling melelahkan di dapur produksinya tidak lagi dikerjakan dengan tangan.
Melalui Program Kreativitas Mahasiswa – Penerapan Iptek (PKM-PI), tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerapkan “NoodLeTech: Sistem Integrasi Pengacakan, Pencetakan, dan Pendataan Berbasis IoT” di lokasi produksi mitra. Tim beranggotakan Mulisa Kusuma Wardani (Teknologi Informasi) selaku ketua, bersama Adit Setiyo Nugroho (Pendidikan Teknik Elektro), Adrianus Fanny Setya Pradana (Teknik Manufaktur), dan Ahmad Danil (Teknik Manufaktur), serta Yackia Zahra Nurachma (Manajemen), serta didampingi secara langsung oleh Bapak Ir. Susilo Romadhon, S.Kom., M.Cs. selaku Dosen Pendamping.
Persoalan mitra bertumpu pada tahap inti produksi. Pengacakan, pencetakan, dan pendataan sepenuhnya dikerjakan 12 pekerja secara manual dan menghabiskan waktu sekitar 4,81 jam per siklus. Dari cara itu lahir tiga masalah turunan: adonan yang terbuang mencapai ±85 kilogram tiap siklus, ukuran mie per pack tidak pernah seragam, dan pencatatan produksi di kertas rawan salah hitung.
Tiga Mesin dalam Satu Lintasan
NoodLeTech menyatukan ketiga tahap itu ke dalam satu alat. Wadah pengacakan berukuran 70 x 70 x 50 sentimeter digerakkan dinamo motor untuk mengurai adonan mie secara merata. Dari sana, mie masuk ke bagian pencetakan yang menggunakan linier aktuator untuk menaik-turunkan pisau pemotong berukuran 120 x 54 sentimeter dan memotong 20 pcs mie sekaligus, lalu lima sekat penggulung membentuknya menjadi porsi siap kemas. Di ujung lintasan, sensor proximity menghitung setiap keping mie dan mengirimkan datanya ke dashboard web. Seluruh sistem dikendalikan mikrokontroler ESP32 dan berjalan di atas conveyor belt PVC food grade.
“Yang kami kejar bukan sekadar mengganti tenaga manusia dengan mesin, tetapi menyambung tiga pekerjaan yang selama ini terpisah menjadi satu lintasan. Begitu adonan keluar dari pengacakan, mie langsung terpotong, tergulung, dan terhitung tanpa perlu disentuh lagi,” kata Mulisa Kusuma Wardani, ketua tim.
Dirakit di Bengkel Kampus, Disetel Ulang di Dapur Mitra
Perancangan, fabrikasi, dan perangkaian elektronik dikerjakan di Bengkel Manufaktur Fakultas Teknik UNY, sebelum alat diangkut ke lokasi mitra yang berjarak 27,5 kilometer dari kampus. Tim menjalankan program melalui kerangka yang mereka sebut SIGAP — Survei, Inovasi, Gelar Teknologi, Asistensi, dan Pemantauan.
Penerapan tidak langsung mulus. Pada siklus-siklus awal, hasil potongan pisau belum presisi dan sensor penghitung membaca tidak konsisten. Tim menyetel ulang ketinggian pisau pada linier aktuator dan mengalibrasi ulang sensor melalui pengujian berulang bersama mitra.
“Alat yang jalan di bengkel belum tentu jalan di dapur mitra. Adonan mie lethek punya kelembapan sendiri, jadi ketinggian pisau harus kami setel ulang di tempat sampai potongannya benar-benar rata,” ujar Adrianus Fanny Setya Pradana.
Hasilnya diuji sepanjang 1–31 Agustus 2026 dalam enam siklus produksi. Tahap inti kini dijalankan hanya oleh dua operator dan rampung dalam ±3,88 jam, atau sekitar 19 persen lebih cepat. Satu pack berisi tepat 40 pcs mie berbobot 125 gram, dan pendataan berjalan real-time dengan akurasi 100 persen.
“Dulu semuanya dihitung dan dicatat manual, jadi sering meleset. Sekarang tinggal lihat layar, jumlah produksi hari itu sudah ada,” kata Yasir Ferry Ismatrada, pemilik UMKM Mie Lethek Cap Garuda.
Tim menyerahkan Buku Pedoman Mitra pada 28 Agustus 2026 dan menyediakan pendampingan teknis melalui grup WhatsApp. Desain sistem beserta buku pedomannya tengah diajukan untuk memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, sementara peluang replikasi ke sentra UMKM mie lethek lain di Bantul mulai dijajaki bersama mitra.
Sistem Informasi
Kontak Kami
Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Jum'at : 08.00 - 14.30 WIB
Copyright © 2026,