Momentum Dies Natalis ke-62: UNY Kukuhkan Empat Guru Besar Guna Perkuat Fondasi Pendidikan Humanis dan Adaptif

Momentum perayaan Dies Natalis ke-62 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kian terasa bermakna dengan dikukuhkannya empat Guru Besar baru pada Selasa (12/5/26) di Ruang Sidang Utama Rektorat, yang sekaligus menjadi tonggak penting dalam penguatan kualitas intelektual serta pengabdian nilai kemanusiaan di lingkungan kampus. Pencapaian akademik tertinggi yang diraih oleh Prof. Dr. Iis Prasetyo, M.M., Prof. Dr. Rukiyati, M.Hum., Prof. Dr. Sekar Purbarini Kawuryan, M.Pd., dan Prof. Dr. Kastam Syamsi, M.Ed. ini tidak sekadar menjadi prestasi personal, namun merupakan manifestasi nyata dari strategi universitas dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap disrupsi global dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari akselerasi SDM di mana universitas tengah menargetkan puluhan dosen lainnya untuk naik jabatan guna memastikan keberlanjutan prestasi dan regenerasi yang harmonis antara senior dan junior demi kemajuan almamater.

Seluruh gagasan yang dipaparkan para Guru Besar tersebut membentuk sebuah narasi keilmuan yang holistik dan relevan dengan tantangan zaman, terutama dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi Prof. Iis Prasetyo dalam pengembangan SDM melalui pendidikan nonformal menjadi kunci dalam mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan memfokuskan pada upskilling masyarakat di era Revolusi Industri 5.0. Di sisi lain, urgensi penguatan pendidikan etik yang diusung Prof. Rukiyati guna membentengi siswa dari dampak AI, serta gagasan Prof. Sekar Purbarini mengenai penumbuhan empati melalui pendidikan IPS sebagai fondasi kewarganegaraan, beriringan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) untuk menciptakan tatanan sosial yang humanis. Upaya inovasi dalam model pembelajaran menulis yang ditawarkan Prof. Kastam Syamsi turut melengkapi komitmen UNY terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), memastikan bahwa proses berpikir dan komunikasi tetap menjadi pilar utama dalam sistem pendidikan nasional.

Bagi seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa, pengukuhan ini menjadi inspirasi sekaligus pengingat bahwa pendidikan harus terus bertransformasi tanpa meninggalkan akar nilai moral dan keadaban. Dengan kehadiran para pakar baru ini, UNY semakin mempertegas posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara saintifik, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas. Sinergi antara keahlian teknis dan penguatan karakter bangsa yang ditekankan dalam prosesi ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk terus berinovasi dalam riset dan pengabdian, sejalan dengan visi UNY untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdampak nyata bagi masa depan berkelanjutan.