Bank Indonesia dan UNY, UGM, UPN, UIN Yogyakarta Teken PKS Pendidikan Kebanksentralan

Upaya penguatan literasi dan kompetensi mahasiswa di bidang kebanksentralan terus dilakukan melalui kolaborasi strategis antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Pendidikan Kebanksentralan yang melibatkan empat perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPN), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap peran dan fungsi bank sentral, serta mendorong terciptanya sumber daya manusia unggul di bidang ekonomi dan keuangan. Penandatanganan PKS ini melibatkan perwakilan resmi dari Bank Indonesia serta pimpinan perguruan tinggi UGM, UNY, UPN, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Kegiatan ini berupa kick-off Program Pendidikan Kebanksentralan yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama sebagai landasan implementasi program edukasi kebanksentralan di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan dilaksanakan pada April 2026, sebagaimana tercantum dalam undangan resmi kegiatan. Acara berlangsung di Yogyakarta, bertempat di lokasi yang disiapkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY.
Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan literasi kebanksentralan di kalangan mahasiswa, khususnya dalam memahami kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, serta peran Bank Indonesia dalam menjaga perekonomian nasional. Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik kebijakan ekonomi.

Pelaksanaan program dilakukan melalui penandatanganan PKS yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai kegiatan edukatif, seperti kuliah umum, seminar, pelatihan, penelitian kolaboratif, serta pembinaan komunitas mahasiswa seperti Generasi Baru Indonesia (GenBI). Kegiatan ini diawali dengan seremoni kick-off yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan, dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama oleh masing-masing pihak. Secara akademik, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis praktik (experiential learning) di perguruan tinggi, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Melalui sinergi ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman konseptual mengenai kebanksentralan, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam konteks nyata, sehingga siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional di masa depan.