You are here
Sekolah Murid Merdeka Rekrut Talenta Pendidik di Universitas Negeri Yogyakarta
Sekolah Murid Merdeka (SMM) membidik lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk memperkuat barisan tenaga pendidik berbasis teknologi. Melalui program "SMM Goes to Campus" yang berlangsung di Student and Multicultural Center pada Jumat (10/4), perusahaan ini membuka peluang bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni untuk bertransformasi menjadi praktisi pendidikan modern.
Acara ini menghadirkan Indie Natania, Executive Principal Sekolah Murid Merdeka (SMM), sebagai narasumber utama. Dalam sesinya, Indie menekankan bahwa dunia pendidikan saat ini menuntut pengajar yang memiliki kelincahan teknologi. Ia memaparkan strategi mengajar yang relevan dengan kebutuhan generasi digital saat ini. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teoretis. SMM langsung melakukan online assessment dan psikotes di lokasi untuk menyaring calon guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga jenjang SMA, pengajar inklusi, Guru PJOK hingga fasilitator pembelajaran.
Indie Natania menjelaskan bahwa tantangan guru masa kini terletak pada kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam pedagogi. "Potensi pengajar harus berkembang melampaui metode konvensional," tegasnya di hadapan peserta. Ia menambahkan bahwa talenta yang unggul adalah mereka yang mampu menjadi inspirator sekaligus fasilitator dalam ekosistem digital. Kehadiran 22 peserta dari berbagai latar belakang kependidikan di UNY menunjukkan minat yang tinggi terhadap karier di sektor teknologi pendidikan (EdTech). Program ini menjadi jembatan bagi akademisi untuk memahami standar industri yang berlaku di luar kampus.
Kegiatan rekrutmen ini secara langsung mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus dalam kolaborasi antara SMM dan UNY ini: SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), Dengan menjaring calon guru yang kompeten secara teknologi, SMM berkontribusi pada peningkatan kualitas pengajaran di Indonesia. Literasi digital pengajar adalah prasyarat mutlak untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif di abad ke-21. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Inisiatif campus hiring ini membuka akses langsung ke lapangan kerja bagi lulusan baru (fresh graduates). Hal ini membantu mengurangi angka pengangguran terdidik dan memastikan transisi yang mulus dari dunia akademik ke dunia profesional. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), Sinergi antara sektor swasta dan perguruan tinggi mempercepat pertukaran pengetahuan. Inovasi pendidikan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan institusi penghasil talenta seperti UNY.
Secara historis, penyiapan guru di Indonesia sering terfokus pada penguasaan konten mata pelajaran. Namun, munculnya perusahaan seperti Sekolah Murid Merdeka menandai pergeseran besar dalam struktur ketenagakerjaan sektor pendidikan. Berdasarkan tren pendidikan global, konsep Learning Facilitator kini mulai menggeser peran guru tradisional. Seorang fasilitator tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu, melainkan pemandu yang mengarahkan siswa mengelola informasi. Regulasi pendidikan nasional melalui kebijakan Merdeka Belajar juga mendorong adanya kolaborasi antara institusi pendidikan formal dengan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang fleksibel dan adaptif.
Sistem Informasi
Kontak Kami
Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Jum'at : 08.00 - 14.30 WIB
Copyright © 2026,