UNY – Universitas Ciputra Bahas Strategi Karier, Alumni, dan Kesejahteraan Mahasiswa

YOGYAKARTA – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerima kunjungan delegasi Universitas Ciputra (UC) pada Rabu, 28 Januari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat UNY ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan forum bedah strategi tata kelola kemahasiswaan. 10 delegasi UC yang dipimpin oleh Atanasius Emillio Gary Waluyohadi (Head of Internship, Certification, & Employability) datang dengan membawa lima agenda strategis. Mereka menggali praktik terbaik UNY dalam menyiapkan karir mahasiswa, pengelolaan alumni, hingga penanganan kesehatan mental. Delegasi UC disambut langsung oleh Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA), Prof. Dr. Guntur, M.Pd. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Guntur mengucapkan terimakasih atas kehadirannya ke UNY. Prof Guntur memperkenalkan tim DKA dan memberikan gambaran terkait dengan bidang garap DKA yang meliputi penalaran, seni, olahraga, kesejahteraan, minat khusus, karier dan alumni. Terkait dengan bidang karier dan alumni, DKA memiliki Subdirektorat Karier dan Alumni yang bertugas membantu mahasiswa dalam menyiapkan karir sesuai yang dibutuhkan oleh dunia kerja, dunia industri, dan dunia usaha. Selain itu juga bertugas melakukan tracer study untuk mengetahui lama tunggu mendapatkan pekerjaan utama, penghasilan, dan lain-lain.

Acara dilanjutkan dengan diskusi oleh keduabelah pihak. Terkait dengan tracer studi, Dr. Arwan Nur Ramadhan dari Subdirektorat Karir dan Alumni UNY mengungkapkan bahwa UNY berhasil mencapai tingkat respons tracer study hingga 80 persen. Kepada delegasi UC, Arwan menegaskan bahwa kunci suksesnya bukan sekadar sistem digital, melainkan pendekatan personal. "Cara mengumpulkan data dilakukan melalui admin prodi dan Kaprodi, kita hubungi langsung," ungkap Dr. Arwan. Ia juga menekankan pentingnya mengubah pola pikir dalam membangun hubungan dengan lulusan. "Ubah paradigma, alumni bantu kampus," tambahnya, menegaskan bahwa alumni diposisikan sebagai mitra strategis, bukan objek survei semata. Menjawab pertanyaan mengenai kesejahteraan mahasiswa, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Prof. Guntur,M.Pd., memaparkan kebijakan insentif untuk memacu prestasi. "Anak yang berprestasi biasanya dapat beasiswa. Juara 1 sampai 3 dapat insentif dari UNY. Pak Rektor memberikan uang 8 juta untuk medali emas," jelas Prof. Guntur. Tidak hanya uang pembinaan, UNY juga menjanjikan pengalaman global bagi mahasiswa yang menembus kompetisi level nasional seperti PIMNAS. "Yang dapat emas PIMNAS dapat tiket PP ke luar negeri," tambahnya. Konselor Sebaya sebagai Garda Terdepan Dalam sesi diskusi kesehatan mental, Dr. Ismarini dari Unit Layanan Bimbingan dan Konseling (ULBK) menjelaskan strategi unik UNY dalam menangani masalah psikologis mahasiswa yang kian kompleks. UNY tidak hanya mengandalkan profesional, tetapi juga memberdayakan mahasiswa itu sendiri. "Konselor ahli dan konselor sebaya ada di tiap masing-masing fakultas, kita rekrut dan latih untuk bisa konseling. Mereka menjadi garda terdepan," ujar Dr. Ismarini. Dr. Sukarno dari Direktorat Pendidikan Profesi dan Kompetensi (DPPK) UNY menyampaikan kabar baru mengenai perluasan layanan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). "Aturan yang baru, kami bisa melakukan uji kompetensi bagi lembaga atau mahasiswa universitas lain," kata Dr. Sukarno, sembari menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang memfinalisasi 28 skema sertifikasi baru. Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman bahwa pengelolaan mahasiswa modern membutuhkan kombinasi data yang kuat, sentuhan personal, dan keberanian memberikan insentif nyata.