UNY Berangkatkan 126 Delegasi KKN Kemanusiaan ke Aceh Timur, Perkuat Kolaborasi Nasional untuk Pemulihan Pascabencana

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada dampak sosial melalui pengiriman 126 delegasi KKN Kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terjadi pada November 2025. Pengiriman delegasi ini menjadi wujud nyata kehadiran UNY dalam merespons bencana nasional melalui pengabdian masyarakat yang terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Pada Jumat, 9 Januari 2026, delegasi UNY secara resmi diterima oleh Rektor Universitas Samudra (UNSAM) Langsa, Prof. Dr. Ir. Hamdani, M.T., bersama para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, serta pimpinan perguruan tinggi mitra nasional, yakni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Banten, UPN Veteran Jakarta, dan Universitas Bangka Belitung, bertempat di Gedung Multiguna UNSAM, Langsa, Aceh Timur. Penerimaan ini menandai dimulainya rangkaian koordinasi pelaksanaan KKN Kemanusiaan lintas perguruan tinggi di wilayah Aceh Timur.

Delegasi UNY yang diberangkatkan berjumlah 126 orang, terdiri atas 110 mahasiswa KKN Kemanusiaan dari berbagai fakultas (FIP 13 mahasiswa, FBSB 15 mahasiswa, FMIPA 11 mahasiswa, FISIP 10 mahasiswa, FT 23 mahasiswa, FIKK 13 mahasiswa, FEB 7 mahasiswa, FV 2 mahasiswa, FP 6 mahasiswa), 12 dosen pendamping, dan 4 tenaga kependidikan UNY. Dari total mahasiswa tersebut, 100 mahasiswa merupakan pelaksana KKN Kemanusiaan, sedangkan 10 mahasiswa lainnya merupakan perwakilan UKM UNY, meliputi: 2 mahasiswa dari MENWA Pasopati, 2 mahasiswa dari KSR PMI Unit UNY, 2 mahasiswa Madawirna, 2 mahasiswa Pramuka, dan 2 mahasiswa Keluarga Mahasiswa Magister dan Doktor (KMMD) UNY. Komposisi mahasiswa menunjukkan prinsip inklusivitas dan kesetaraan gender, dengan 50 mahasiswa perempuan (45,45%) dan 60 mahasiswa laki-laki (54,55%), yang secara bersama-sama disiapkan untuk terjun langsung ke masyarakat terdampak bencana.

Kehadiran delegasi dosen dan tenaga kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan kelembagaan yang kuat dan lintas unit kerja terhadap pelaksanaan KKN Kemanusiaan. Dari Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni, hadir Prof. Dr. Guntur, M.Pd., Dr. Iis Prasetyo, M.M., Dr. Arwan Nur Ramadhan, M.Pd., Dr. Okky Indera Pamungkas, M.Or., Dr. Ridho Gata Wijaya, M.Or., serta Jumrodah, M.Pd., yang secara langsung memastikan penguatan pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi mahasiswa dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana. Kehadiran jajaran pimpinan dan staf ahli dari direktorat ini menegaskan peran strategis kemahasiswaan dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan empati sosial mahasiswa.

Dukungan perencanaan dan pengembangan program ditunjukkan melalui kehadiran delegasi dari Direktorat Perencanaan dan Pengembangan, yang terdiri atas Prof. Dr. Retnawati, M.Pd., Dr. Arif Rahman Hakim, M.Pd., Dr. Wisnu Sunarto, M.M., Ir. Wisnu Rahmad, M.Pd., serta Dr. M. Luthfi Hakim, M.Eng. Kehadiran para akademisi dan perencana ini mencerminkan komitmen UNY dalam memastikan bahwa pelaksanaan KKN Kemanusiaan tidak hanya responsif terhadap kebutuhan lapangan, tetapi juga selaras dengan arah kebijakan, perencanaan strategis, dan pengembangan institusi secara berkelanjutan.

Sementara itu, dari Unit KKN, Pembelajaran Inovatif, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Program Magang sebagai perwakilan Bidang Akademik, hadir Dr. Banu Setyo Adi, S.Pd.Kor., M.Pd. dan Dr. Kuncoro Asih Nugroho, S.Pd., M.Pd., M.Sc., yang berperan dalam memastikan integrasi kegiatan KKN Kemanusiaan dengan capaian pembelajaran, kualitas akademik, serta standar pelaksanaan pengabdian berbasis keilmuan dan praktik terbaik.

Aspek komunikasi dan tata kelola kegiatan turut diperkuat dengan kehadiran Sudaryono, M.Pd. dari Humas dan Protokoler UNY, yang mendukung kelancaran koordinasi, dokumentasi, serta penyampaian informasi kegiatan secara resmi dan akuntabel. Dari sisi keilmuan kesehatan, dr. Khodijah Adha, M.Biomed. dari Fakultas Kedokteran UNY hadir untuk memberikan perspektif dan dukungan akademik terkait isu kesehatan masyarakat pascabencana. Selain itu, kehadiran Putriana Damayanti, M.Pd. selaku Sekretaris Rektor UNY merepresentasikan dukungan penuh pimpinan universitas serta penguatan koordinasi kelembagaan dalam pelaksanaan program kemanusiaan ini.

Secara keseluruhan, kehadiran delegasi dosen dan tenaga kependidikan lintas direktorat, unit, dan fakultas tersebut mencerminkan sinergi institusional UNY yang solid, sekaligus menegaskan komitmen universitas dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang terencana, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
Pelaksanaan KKN Kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi nasional lintas perguruan tinggi yang melibatkan Universitas Samudra (UNSAM) dengan 241 mahasiswa, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan 110 mahasiswa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Banten dengan 5 mahasiswa, UPN Veteran Jakarta dengan 25 mahasiswa, serta Universitas Bangka Belitung dengan 25 mahasiswa. Total 406 mahasiswa KKN Kemanuasian akan ditempatkan menjadi 30 kelompok kolaborasi perguruan tinggi. Seluruh kelompok akan melaksanakan program pengabdian di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, yaitu Kecamatan Manyak Payed, Kecamatan Karang Baru, dan Kecamatan Bendahara, yang merupakan wilayah terdampak bencana dan membutuhkan pendampingan pascabencana secara berkelanjutan.
KKN Kemanusiaan ini dilaksanakan pada 8 Januari 2026 sampai dengan 6 Februari 2026, dikoordinasikan secara sinergis antara Unit KKN UNY dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSAM, dengan pembagian ke dalam 30 kelompok kolaborasi perguruan tinggi. Seluruh kelompok akan melaksanakan program pengabdian di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, yaitu Kecamatan Manyak Payed, Kecamatan Karang Baru, dan Kecamatan Bendahara, yang merupakan wilayah terdampak bencana dan membutuhkan pendampingan pascabencana secara berkelanjutan.

Selain pengiriman mahasiswa, UNY juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial institusi. Bantuan tersebut meliputi uang hidup bagi 100 mahasiswa pelaksana KKN sebesar Rp100.000 per hari selama 30 hari yang telah tersalurkan, bantuan dana sebesar Rp100 juta kepada Posko Kemanusiaan UNSAM, serta penyaluran bantuan uang hidup selama tiga bulan bagi mahasiswa UNY terdampak bencana dengan kategori berat, sedang, dan ringan yang berasal dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. UNY juga menyalurkan bantuan UKT selama satu semester bagi mahasiswa terdampak, serta memfasilitasi penyaluran bantuan dari alumni UNY sebagai bentuk solidaritas sivitas akademika.

Fokus kegiatan KKN Kemanusiaan diarahkan pada pendampingan sosial pascabencana, penguatan kapasitas masyarakat, edukasi kebencanaan, serta program pemulihan berbasis keberlanjutan dan kearifan lokal. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ditempa untuk memiliki kepedulian sosial, empati, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja lintas disiplin dan lintas budaya, sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Melalui KKN Kemanusiaan ini, UNY menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program kemahasiswaan yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak nyata, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang hadir, peduli, dan memberi solusi bagi masyarakat dan bangsa.