Tak Berhenti di Satu SLB, Inovasi Mahasiswa UNY Dapat Respons Positif Disdikpora DIY, SEKAR-AMARTA Berpeluang Diperluas ke 81 SLB

 

Inovasi mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) SEKAR-AMARTA mulai membuka peluang untuk memberikan dampak yang lebih luas. Setelah diimplementasikan bersama SLB Bhakti Kencana 1, program pembelajaran bagi peserta didik dengan disabilitas intelektual tersebut kini berpeluang didiseminasikan dan direplikasi hingga menjangkau 81 Sekolah Luar Biasa (SLB) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peluang tersebut mengemuka dalam audiensi Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA bersama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY pada Selasa, 18 Agustus 2026, di Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Disdikpora DIY. Pertemuan menjadi momentum bagi tim mahasiswa UNY untuk memperkenalkan inovasi sekaligus membuka ruang pengembangan program agar manfaatnya tidak berhenti pada satu sekolah mitra.

SEKAR-AMARTA bukan sekadar program pendampingan pembelajaran. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan kognitif peserta didik dengan disabilitas intelektual melalui pembelajaran berbasis Pendidikan Khas Kejogjaan. Dalam audiensi tersebut, tim memaparkan perjalanan program mulai dari persiapan, pengembangan media, pelatihan guru, hingga implementasinya bersama peserta didik di SLB Bhakti Kencana 1.

Salah satu inovasi yang menjadi daya tarik SEKAR-AMARTA adalah Papan Sasmita. Media pembelajaran ini mengintegrasikan unsur Pendidikan Khas Kejogjaan, ethnoscience, dan pendekatan smart-sensoric system. Perpaduan tersebut dirancang agar materi dapat diterima peserta didik melalui pengalaman belajar yang lebih konkret dan multisensori, sekaligus tetap memiliki kedekatan dengan nilai serta budaya lokal Yogyakarta.

Potensi pengembangan SEKAR-AMARTA mendapat perhatian dari Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Disdikpora DIY, Tri Haryani, S.E., M.M. Dalam audiensi, ia memberikan arahan agar tim mulai mempersiapkan pola diseminasi dan replikasi program secara jelas dan sistematis sehingga inovasi tersebut memungkinkan untuk diadaptasi oleh SLB lain sesuai karakteristik masing-masing sekolah.

Menurut Tri Haryani, program semacam SEKAR-AMARTA memiliki peluang untuk dikembangkan karena pendekatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik di sekolah luar biasa. Dari pembahasan tersebut muncul peluang pengembangan SEKAR-AMARTA untuk menjangkau 81 SLB di seluruh DIY. Disdikpora DIY juga menekankan bahwa perluasan program tetap perlu mempertimbangkan karakteristik, kesiapan, dan kebutuhan masing-masing sekolah.

Pembicaraan tidak berhenti pada wacana perluasan. Tim SEKAR-AMARTA juga memperoleh masukan mengenai sejumlah aspek yang perlu dipersiapkan jika program akan direplikasi, mulai dari kesiapan guru, kebutuhan media pembelajaran, mekanisme pendampingan, hingga strategi implementasi di sekolah. Masukan tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menyusun model pengembangan program yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Ketua Tim PKM-PM SEKAR-AMARTA, Lituhayu Sasikirana, menyambut positif arahan tersebut. Bagi tim, audiensi dengan Disdikpora DIY menjadi langkah penting agar inovasi yang mereka bangun tidak berhenti setelah program PKM berakhir.

“SEKAR-AMARTA tidak berhenti pada satu sekolah mitra, tetapi dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan setiap SLB,” ujarnya.

Tim SEKAR-AMARTA sendiri terdiri atas Lituhayu Sasikirana, Rihhadatul Aisy, Baiq Nariswari Syifa Rizmanda, Ilham Ramadhan, dan Bagas Yoga Anantyo, dengan pendamping Dr. Rizki Arumning Tyas, M.Pd. Empat anggota tim hadir langsung dalam audiensi tersebut.

Audiensi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kreativitas mahasiswa dapat bergerak lebih jauh dari ruang kompetisi dan kegiatan akademik menuju inovasi yang berpotensi diadopsi secara lebih luas oleh masyarakat dan institusi pendidikan. Jika strategi diseminasi dan replikasi dapat dipersiapkan dengan baik, SEKAR-AMARTA berpeluang berkembang dari program yang bermula di satu sekolah menjadi gerakan pembelajaran inklusif yang menjangkau puluhan SLB di DIY.

Lebih dari sekadar mengejar capaian dalam Program Kreativitas Mahasiswa, SEKAR-AMARTA menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah PKM dapat diukur dari seberapa besar inovasi mampu bertahan, direplikasi, dan memberikan manfaat setelah program berakhir. Dari SLB Bhakti Kencana 1 menuju peluang penerapan di 81 SLB, perjalanan SEKAR-AMARTA kini memasuki babak baru: membawa inovasi mahasiswa UNY lebih dekat dengan kebutuhan nyata pendidikan khusus di Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

https://www.instagram.com/p/DcQNsnSEmW8/?img_index=1&igsi=bzhudm02NGgwZD...

https://dikpora.jogjaprov.go.id/artikel/detail/tim-pkm-pm-sekar-amarta-a...