Jawab Tantangan Era Digital, Mahasiswa UNY Awali Implementasi Program Bijak Bermedia Sosial Bagi Generasi Alpha

 

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mulai melaksanakan penelitian mengenai efektivitas psikoedukasi emosi dan regulasi diri melalui Program Bijak Bermedia Sosial dalam mengurangi stres digital dan meningkatkan kesejahteraan psikologis Generasi Alpha. Program ini merupakan bagian dari penelitian yang berjudul "Psikoedukasi Emosi dan Regulasi Diri Melalui Program Bijak Bermedia Sosial dalam Mengurangi Stres Digital dan Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Generasi Alpha" yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Tim PKM-RSH 2026 ini diketuai oleh Arunina Diza Purwanda (Bimbingan dan Konseling 2024) dengan anggota Gina Nazwa Triguna (Bimbingan dan Konseling 2024), Annisa Nurfadzillah (Bimbingan dan Konseling 2025), Nessa Hafida (Pendidikan Sosiologi 2024), dan Arfel Alfranska (Statistika 2025) di bawah bimbingan Ibu Dr. Indriyana Rachmawati, M.Pd. Melalui kolaborasi tersebut, tim mengembangkan Program Bijak Bermedia Sosial sebagai media psikoedukasi yang dirancang untuk membekali peserta didik dengan kemampuan mengenali dan mengelola emosi sehingga mampu menggunakan media sosial secara lebih sehat, adaptif, dan bertanggung jawab. Program ini akan dilaksanakan melalui serangkaian sesi psikoedukasi yang mengintegrasikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak dengan latihan regulasi emosi sebagai bekal peserta didik menghadapi tantangan di ruang digital.

Implementasi program dimulai pada 10 Juni 2026 di SMP Negeri 12 Yogyakarta. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada temuan yang disampaikan dalam Podcast NGOPI JAHE Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengungkap adanya penurunan empati antarsiswa, berkurangnya komunikasi tatap muka, serta mulai terkikisnya sikap saling menghormati akibat tingginya intensitas penggunaan media sosial. Sebagai tahap awal implementasi, tim melaksanakan pengukuran awal (pre-test) kepada siswa kelas VIII untuk memperoleh gambaran kondisi awal peserta sebelum mengikuti rangkaian psikoedukasi yang telah dirancang.

Ketua tim, Arunina Diza Purwanda, menjelaskan bahwa Program Bijak Bermedia Sosial tidak hanya bertujuan meningkatkan literasi digital, tetapi juga memperkuat kemampuan regulasi emosi sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di ruang digital. "Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Generasi Alpha. Tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana membatasi penggunaannya, tetapi bagaimana membangun kemampuan regulasi emosi agar mereka mampu menghadapi berbagai dinamika di ruang digital secara sehat. Melalui Program Bijak Bermedia Sosial, kami berharap peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang bijak bermedia, tangguh secara emosional, dan memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih baik," ungkap Arunina.

Melalui penelitian ini, tim PKM-RSH UNY berharap Program Bijak Bermedia Sosial dapat menjadi alternatif model psikoedukasi yang aplikatif dalam mendukung kesehatan mental digital peserta didik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan keilmuan di bidang bimbingan dan konseling sekaligus menjadi referensi bagi sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung terbentuknya Generasi Alpha yang bijak bermedia, mampu meregulasi emosi secara adaptif, dan memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih baik.