You are here
Festival Budaya dan Seni Banguncipto 2026: PPK Ormawa HIMA Pendidikan Seni Rupa UNY Gerakkan Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif Desa
Kulon Progo -Suasana Lapangan Kalurahan Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo, tampak berbeda pada Sabtu–Minggu, 5–6 September 2026. Ratusan warga dari berbagai kelompok usia memadati kawasan tersebut untuk mengikuti Festival Budaya dan Seni Banguncipto 2026, yang diselenggarakan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB), Universitas Negeri Yogyakarta.
Festival ini menjadi puncak dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa bersama Pemerintah Kalurahan Banguncipto, pelaku seni, kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, sekolah, komunitas, dan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga membuka ruang promosi bagi potensi budaya, pariwisata, produk kuliner, dan ekonomi kreatif lokal.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak rangkaian pembukaan dimulai pada Sabtu sore. Diperkirakan sekitar 800 pengunjung hadir selama penyelenggaraan festival. Mereka berasal dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Besarnya partisipasi warga memperlihatkan bahwa seni dan budaya mampu menjadi ruang perjumpaan sekaligus penggerak kebersamaan masyarakat.
Festival dibuka oleh Ketua HIMA Pendidikan Seni Rupa UNY dan dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah pihak. Universitas Negeri Yogyakarta diwakili oleh Prof. Dr. Iis Prasetyo, S.Pd., M.M., selaku Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNY.
Kehadiran perwakilan universitas menjadi bentuk dukungan terhadap mahasiswa yang tidak hanya belajar di dalam kampus, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk mengidentifikasi potensi, memetakan permasalahan, merancang solusi, serta mengembangkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini turut melibatkan Pemerintah Kalurahan Banguncipto serta pemangku kepentingan dari tingkat Kabupaten Kulon Progo, termasuk unsur Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM. Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata memerlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, komunitas budaya, dan pelaku usaha.
Lurah Banguncipto, H. Boiran, S.Pd., S.H., M.A.NLP., menyampaikan rasa bangga atas kehadiran program PPK Ormawa HIMA Pendidikan Seni Rupa UNY di wilayahnya. Program tersebut dinilai mampu membantu masyarakat mengenali kembali kekuatan lokal yang dimiliki Banguncipto, mulai dari kesenian tradisional, potensi wisata, produk UMKM, kuliner, hingga kreativitas masyarakat.
Mahasiswa tidak datang dengan program yang telah ditentukan secara sepihak. Pada tahap awal, tim hadir untuk berdialog dengan masyarakat, memetakan potensi, dan menggali persoalan yang dihadapi. Temuan tersebut kemudian menjadi dasar dalam merancang kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter Banguncipto.
Keberhasilan pelaksanaan festival tidak terlepas dari pendampingan Novida Nur Miftakhul Arif, S.Pd., M.Sn., dosen pendamping PPK Ormawa HIMA Pendidikan Seni Rupa UNY yang akrab disapa Seno.
Pendampingan dilakukan secara intensif sejak tahap koordinasi, pemetaan potensi, penyusunan program, komunikasi dengan pemerintah dan masyarakat, hingga persiapan teknis festival. Upaya membangun jejaring dan mencari dukungan sponsor juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan kegiatan berskala besar tersebut.
Pemerintah Kalurahan Banguncipto memberikan apresiasi terhadap konsistensi dosen pendamping dan mahasiswa. Pendampingan yang terarah membuat rangkaian program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi proses bersama untuk memperkuat pariwisata berbasis seni, budaya, dan potensi masyarakat.
Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan peran strategis PPK Ormawa yang digagas oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek. Program tersebut menjadi wahana bagi organisasi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitasnya sekaligus menghasilkan perubahan yang nyata dan relevan bagi masyarakat.
Area festival diramaikan oleh berbagai stan kuliner dan produk UMKM. Para pengunjung dapat menikmati produk makanan dan minuman lokal sekaligus mengenal kreativitas masyarakat Banguncipto. Kehadiran stan-stan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, dan membangun jejaring dengan pengunjung.
Mahasiswa dari program studi di lingkungan FBSB UNY juga membuka stan yang menampilkan beragam karya seni. Pameran ini menjadi ruang perjumpaan antara karya akademik mahasiswa dan kehidupan masyarakat. Seni tidak hanya disajikan sebagai objek pameran, tetapi juga digunakan sebagai media komunikasi, edukasi, promosi wisata, dan penguatan identitas lokal.
Setelah seremoni pembukaan dan pemotongan tumpeng, para tamu undangan berkeliling mengunjungi stan pameran. Interaksi antara pejabat, mahasiswa, pelaku UMKM, seniman, dan warga menciptakan ruang dialog mengenai peluang pengembangan produk serta potensi wisata Banguncipto.
Rangkaian festival juga menghadirkan penampilan Tari HIMASETA UNY, Gejog Lesung Banaran Kidul, lomba sepeda hias, lomba mewarnai, pertunjukan angklung siswa SD Banguncipto, live graffiti, lokakarya wayang kertas, pertunjukan musik, serta sesi berbagi bersama pengelola wisata dan pelaku UMKM. Kehadiran anak-anak dan sekolah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mengenalkan seni dan budaya lokal kepada generasi muda.
Puncak kemeriahan festival terlihat pada penampilan Jathilan Manunggal Tri Sejati. Sejak malam hari, masyarakat memenuhi area pertunjukan dan menyaksikan pementasan dengan antusias. Anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orang tua berbaur menikmati salah satu kesenian tradisional yang tumbuh dan hidup bersama masyarakat.
Pertunjukan jathilan bukan sekadar hiburan penutup. Pementasan tersebut menjadi simbol kuatnya identitas budaya Banguncipto sekaligus menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih memiliki daya tarik besar. Ketika dikemas melalui festival yang tertata, dipromosikan secara menarik, dan dipadukan dengan pameran UMKM serta karya seni, budaya lokal dapat menjadi kekuatan untuk mengembangkan pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Ramainya penonton pada malam puncak juga memberikan dampak langsung kepada para pedagang dan pelaku kuliner. Perputaran aktivitas di kawasan festival memperlihatkan keterhubungan antara pelestarian budaya, peningkatan daya tarik wisata, dan penguatan ekonomi lokal.
Festival Budaya dan Seni Banguncipto merupakan wujud nyata pembelajaran berbasis pengalaman. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi sebenarnya, mulai dari melakukan observasi sosial, berkomunikasi dengan masyarakat, menyusun program, membangun kemitraan, mengelola acara, mencari dukungan, hingga mengevaluasi keberhasilan kegiatan.
Bagi masyarakat, program ini membantu menghadirkan ruang promosi bersama bagi potensi yang sebelumnya belum sepenuhnya terhubung. Kesenian tradisional, wisata lokal, gastronomi, produk UMKM, komunitas, serta kreativitas generasi muda dipertemukan dalam satu ekosistem kegiatan.
Besarnya dukungan masyarakat menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga keberlanjutan program. Festival diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi pemantik terbentuknya agenda budaya yang dikelola secara kolaboratif serta mampu memperkuat citra Banguncipto sebagai kawasan wisata berbasis seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
Melalui PPK Ormawa, mahasiswa HIMA Pendidikan Seni Rupa UNY membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan dapat menjadi penggerak pemberdayaan yang adaptif dan berdampak. Dari proses menggali potensi dan memahami permasalahan masyarakat, tim berhasil menghadirkan ruang bersama yang mempertemukan kreativitas mahasiswa, kearifan lokal, partisipasi warga, dukungan pemerintah, dan semangat pengembangan pariwisata.
Kemeriahan Festival Budaya dan Seni Banguncipto 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dibangun secara konsisten dapat menghasilkan program yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki, memperkuat identitas budaya, membuka peluang ekonomi, dan membangun fondasi keberlanjutan bagi masyarakat Banguncipto.
Sistem Informasi
Kontak Kami
Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Jl. Colombo No.1 Yogyakarta 55281
Jum'at : 08.00 - 14.30 WIB
Copyright © 2026,