Dari Kebiasaan Menjadi Kepedulian: Menumbuhkan Budaya Peduli Lingkungan melalui Eco-Enzyme di SMA Negeri 7 Yogyakarta

 

Lima mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan program pembuatan eco-enzyme bersama siswa kelas X SMA Negeri 7 Yogyakarta pada Kamis, 3 September 2026 dan Jumat, 4 September 2026. Salah satu mahasiswa pelaksana dalam kegiatan tersebut adalah Galuh Pita Kencana dari Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), UNY. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan praktik pembuatan eco-enzyme dengan memanfaatkan sumber daya yang berasal dari lingkungan sekolah, yaitu sisa buah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan botol bekas yang telah dikumpulkan melalui wadah khusus di sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada siswa mengenai eco-enzyme, mulai dari pengertian, manfaat, kelebihan dan kekurangan, pemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari, alat dan bahan yang diperlukan, hingga tahapan pembuatannya. Pada hari berikutnya, siswa kelas X terlibat langsung dalam praktik pembuatan eco-enzyme. Kegiatan dirancang agar siswa tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana limbah yang terdapat di lingkungan sekolah dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali. Dalam pelaksanaannya, kelima mahasiswa PK berperan dalam menyiapkan alat dan bahan, mendampingi siswa selama praktik, serta memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan prosedur yang telah disampaikan. Galuh Pita Kencana secara khusus mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan di kelas X-3 dan X-4, termasuk memastikan kesiapan alat dan bahan serta mendampingi siswa selama proses pembuatan.

Keterlibatan siswa secara langsung dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang kontekstual sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan peduli terhadap lingkungan sekolah. Siswa diajak untuk melihat bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih, tetapi juga dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam memanfaatkan kembali bahan yang tersedia di sekitar mereka. Pemanfaatan botol bekas yang telah dikumpulkan di sekolah sebagai wadah fermentasi turut memperkenalkan praktik penggunaan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 melalui pembelajaran berbasis pengalaman serta SDG 12 melalui pengenalan pengelolaan limbah dan pemanfaatan kembali sumber daya. Selain itu, pembiasaan perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan turut mendukung upaya pencapaian SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Eco-enzyme yang telah dibuat selanjutnya akan menjalani proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan hingga waktu pemanenan. Setelah pelaksanaan PK berakhir, proses pemantauan akan dilanjutkan oleh siswa dan penanggung jawab kelas. Keberlanjutan tersebut diharapkan dapat membuat kegiatan tidak berhenti sebagai praktik pembelajaran, tetapi berkembang menjadi bagian dari kebiasaan peduli lingkungan di sekolah. Hasil eco-enzyme yang telah dipanen diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan tanaman dan penghijauan di lingkungan SMA Negeri 7 Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin menyadari bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan.